BANDA ACEH — Upaya Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah memperjuangkan kepastian anggaran pemulihan pascabencana berbuah hasil. Presiden Prabowo Subianto memastikan anggaran Aceh tidak mengalami pemotongan dan tetap dialokasikan penuh untuk tahun berjalan.
Kepastian tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah yang digelar di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri serta anggota DPR RI.
Dalam forum itu, Presiden Prabowo Subianto secara langsung menelepon Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Setelah berbincang singkat, Dasco kemudian menyerahkan telepon genggamnya kepada Menteri Keuangan Purbaya.
Sebelum percakapan dengan Presiden berlangsung, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan permintaan diskresi kepada Menteri Keuangan agar anggaran Aceh tidak dipotong di tengah proses pemulihan pascabanjir.
Menanggapi hal itu, Purbaya menyampaikan bahwa keputusan terkait anggaran harus mendapat persetujuan langsung dari Presiden. Usai berkomunikasi dengan Presiden Prabowo, Purbaya memastikan bahwa pemerintah pusat memberikan jaminan penuh bagi Aceh.
“Untuk tahun ini, anggaran Aceh akan penuh, tidak ada pemotongan,” ujar Purbaya kepada Wakil Gubernur Aceh.
Purbaya juga mengapresiasi peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang memungkinkan koordinasi langsung dengan Presiden dalam forum tersebut. Menurutnya, komunikasi cepat itu membuat keputusan strategis bisa segera diambil. Kepastian anggaran ini dinilai krusial untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak banjir di Aceh. Peran aktif Wagub Aceh dalam menyuarakan kepentingan daerah sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penuh pemulihan Aceh pascabencana.
